Selasa, 29 November 2011

Rahasia Sukses Orang Jepang

Ramadhan yang lalu (2011) membawa nikmat tersendiri bagi saya. Betapa tidak? Pertama, saya diundang beberapa kali oleh stasiun televisi terkait 7 Keajaiban Rezeki yang kebetulan menjadi buku terlaris dan seminar terbesar di Indonesia sepanjang 2010-2011. Kedua, 7 Keajaiban  Rezeki diseminarkan 3 kali di Hongkong dan 2 kali di Jepang, dengan dukungan penuh dari Dompet Dhuafa. Dan tentu saja, selama di Jepang saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan di sejumlah kota. Katakanlah di Tokyo, Chiba, Ibaraki, Tsukuba, Hamamatsu, Yokohama, dan Shizuoka (Gunung Fuji). Nah, selama berada di sana setidaknya ada tiga hikmah pembelajaran yang saya petik. Dan tiga hikmah inilah yang akan saya share kepada Anda. Boleh?
Pertama, keramahan. Jamak diketahui, Tokyo merupakan kota dengan penduduk paling padat sedunia. Lihat saja pusat keramaian di Shibuya, yang kebetulan menjadi lokasi shooting film Hachiko, Too Fast Too Furious (Tokyo Drift), dan Resident Evil terbaru. Di sana, ribuan orang menyeberang jalan setiap menitnya. Benar-benar ribuan. Semuanya bergegas. Namun demikian, mereka tetap menjaga keramahan. Contoh kecil saja, di kereta-kereta mereka masih memberikan prioritas duduk kepada lansia.
Selain itu, mereka juga menghargai pejalan kaki, orang asing, kebersihan, antrian, dan anti-klakson. Walau cenderung individualis khas perkotaan, namun mereka tidak pernah melupakan senyuman dan bungkukan badan ketika berinteraksi. Beberapa kali saya masuk toko dan tidak membeli apapun. Tahu apa yang terjadi? Ternyata si pelayan toko tetap mengantar saya sampai di pintu, membungkukkan badan, dan mengucapkan “Terima kasih banyak,” sambil tersenyum lebar. Ramah kan? Itu tidak jadi membeli lho. Bayangkan, kalau jadi membeli.
Kedua, kejujuran. Bukan cuma paling padat, Tokyo juga kota dengan biaya hidup paling mahal sedunia. Sekadar contoh, untuk menggunakan jasa taksi dari airport Narita ke pusat kota Tokyo, Anda harus merogoh uang hampir Rp 3 juta rupiah! Parkir di pusat kota Tokyo? Hm, jangan ditanya! Per jam bisa habis ratusan ribu rupiah! Saking mahalnya properti di sana, KPR-nya bisa 40 tahun! Kendati dibebani biaya hidup begitu tinggi, anehnya di sana hampir-hampir tidak ada pencurian, penjambretan, dan perampokan.
Bahkan kalau barang Anda tertinggal di suatu tempat, tidak perlu panik. Kembalilah ke tempat tersebut dan ambillah barang Anda. Kemungkinan besar, barang Anda tetap utuh. Lihatlah, betapa jujurnya mereka. Padahal banyak di antara mereka yang tidak beragama. Di KTP mereka saja tidak tercantum agama, karena pemerintah menganggap agama tidak terlalu penting dalam kehidupan bernegara. Kuil terkenal di Meiji-Jingu, Harajuku, hanya menjadi simbol spiritual dan tidak diikat oleh aturan agama tertentu.
Ketiga, harga diri. Jepang adalah negara ulet, jauh dari budaya malas-malasan. Tambahan lagi, mereka punya harga diri, jauh dari budaya meminta-minta. Perlu dicatat, tidak semua orang makmur di sana. Itu sudah fitrah semua negara. Iya kan? Akan tetapi, jangankan meminta-minta, menerima tips saja dianggap memalukan bagi mereka. Baik satpam, janitor, pelayan, atau siapa saja, tidak terbiasa menerima tips. Dalam konteks lain, kerap diberitakan, di sana pejabat-pejabat yang ketahuan korupsi atau sejenisnya, pasti mundur bahkan bunuh diri. Saking malunya! Di Indonesia? Boro-boro mundur. Disuruh mundur saja, masih bersikeras. Boro-boro bunuh diri. Salah-salah, orang lain yang dibunuhnya. Ketahuilah, rezeki berpihak pada mereka yang menjaga harga diri. Seperti yang disinggung di bagian awal buku, inilah mental kaya.
Kembali soal berpuasa di Jepang. Walau saya berpuasa 2 sampai 3 jam lebih lama dibanding di Indonesia, walau saya sama sekali tidak merasakan suasana bulan puasa, walau saya susah sekali mencari tempat sholat dan makanan yang halal, namun semua kendala itu saya anggap ringan. Beneran, ringan. Apalagi setelah saya memetik tiga hikmah di atas. Puasa hendaknya luar biasa. Karena menjadikan kita insan yang lebih jujur dan lebih menjaga harga diri. Itu yang semestinya. Bukankah puasa itu ibadah rahasia dan tidak bisa riya-riyaan? Bukankah puasa itu melatih pengendalian diri bahkan terhadap sesuatu yang halal? Bukankah di bulan puasa digalakkan untuk mengeluarkan sedekah, zakat harta, dan zakat fitrah? Memberi, bukan berharap diberi.
Terakhir, ingatlah. Indonesia merdeka ketika bulan puasa. Fatahillah merebut kembali Sunda Kelapa ketika bulan puasa. Nabi Muhammad memenangkan perang Badar ketika bulan puasa. Bahkan Nabi Muhammad menaklukkan Mekkah ketika bulan puasa. Luar biasa kan? Lha, sudah tahu begitu, apa pantas kita mengisi bulan puasa hanya dengan malas-malasan dan tidur-tiduran? Sungguh, tidak pantas. Tolong dicatat, dalam bulan puasa, kalau diam saja adalah ibadah, apalagi berkata-kata yang baik? Kalau tidur saja ibadah, apalagi bekerja dan bekinerja? Sekali lagi, puasa hendaknya luar biasa! Right?

»Ippho Santosa (Pakar Otak Kanan & Penulis Mega-Bestseller) «

Selasa, 15 November 2011

Avril Lavigne is my idol


Hmm,,,sedikit biografi about my idol…JJ

PERSONAL
Avril Ramona Lavigne Whibley atau yang populer dengan nama Avril lahir di Napanee, Ontario, Kanada, 27 September 1984. Ia adalah penyanyi pop Kanada yang telah mencetak record penjualan album terbaik, selain sebagai penulis lagu wanita dengan usia termuda. Wanita yang suka bereksperimen dengan dandanannya, terutama warna rambut ini, juga terkenal dengan gaya berpakaiannya yang sering mengenakan dasi laki-laki.

Avril Lavigne tidak suka makan daging, namun dia tidak mengatakan bahwa dirinya adalah seorang vegetarian. Makanan favorit Avril sendiri adalah pizza dengan topping olive, salah satu menu restoran La Pizzera di tempat kelahirannya, Napanee, Ontario. Restoran tersebut tersebut kini menyajikan menu bernama 'Avril', yaitu jenis pizza kesukaan Avril tersebut.

Avril juga merajah tubuhnya dengan gambar. Tato bintang yang dibubuhkan di pergelangan tangan kirinya adalah tato pertamanya. Bulan Februari 2004, dia mulai menjalin hubungan khusus dengan penyanyi Kanada Deryck Whibley, yang merupakan vokalis utama/gitaris pop punk band Sum 41, dan pada akhir 2004 Avril membubuhkan tato bentuk hati dengan aksen huruf D di pergelangan tangan kanannya.

Pasangan ini kemudian menikah di sebuah gereja katholik dengan upacara pernikahan secara agamis dengan disaksikan sekitar 110 tamu undangan, pada tanggal 15 Juli 2006, di sebuah lahan pribadi di California coastal city of Montecito. Namun ternyata hubungan mereka kandas karena kabar perselingkuhan yang terjadi antara Deryck dengan Hilton. Dan Avril pun menggugat cerai.



KARIR
Album pertama Avril, LET GO, dirilis pada tanggal 4 Juni 2002 di Amerika Serikat, dengan hits singel lagu Complicated, Sk8er Boi, I'm with You, dan Losing Grip. Kemudian, pada 25 Mei 2004, dirilis album kedua yang bertajuk UNDER MY SKIN dengan hits singel lagu Don't Tell Me, My Happy Ending, Nobody's Home, He Wasn't, dan Fall to Pieces. Dan Album ketiga Avril, THE BEST DAMN THING dirilis pada tanggal 17 April 2007. Dalam album ini Avril mengubah gaya bernyanyinya menjadi lebih ceria. Hits singel dalam album ini adalah Girlfriend, When You're Gone, Hot, dan The Best Damn Thing.

Avril juga pernah beberapa kali mengisi soundtrack film, antara lain film ERAGON dengan single Keep Holding On dan yang terbaru, film ALICE IN WONDERLAND dengan singel berjudul Alice.

Pada tahun 2006, Majalah Bisnis Kanada memposisikannya dalam posisi ke-7 wanita Kanada paling mengagumkan di Hollywood, dan pada tahun 2007 dia memenangkan 9 nominasi Jabra Music Contest untuk kategori Best Band In The World, berdasarkan pilihan penggemar diseluruh dunia.

Dalam dunia film, Avril tampil pertama kali dalam film OVER THE HEDGE sebagai pengisi suara, yang diangkat dari komik dengan judul yang sama. Setelah itu, dirinya juga ikut terlibat dalam film Richard Gere berjudul THE FLOCK. Dan, proyek ketiganya adalah FAST FOOD NATION, berdasarkan buku favoritnya. Avril membuat sebuah batu bertulisan dalam film GOING THE DISTANCE dan juga sempat tampil dalam sebuah episode film Sabrina, The Teenage Witch, menampilkan lagu Sk8er Boi dengan band-nya.

FILMOGRAFI
2002 Sabrina, the Teenage Witch
2004 Going the Distance
2006 Fast Food Nation
2006 Over the Hedge
2007 The Flock
2010 American Idol
2011 Majors & Minors

DISKOGRAFI
Let Go (2002)
Under My Skin (2004)
The Best Damn Thing (2007)
Goodbye Lullaby (2011)





she is my idol...^^^

Sabtu, 08 Oktober 2011

MAKALAH LIMFADENITIS


BAB II
KONSEP TEORI

I.     Konsep Medis
A.    Pengertian
Limfadenitis adalah peradangan pada satu atau beberapa kelenjar getah bening.
Limfadenitis adalah nodus limfa yang terletak sepanjang perjalanan pembuluh limfa. Nodus yang sering terlibat adalah yang terdapat diselangkangan, aksila dan leher.
Limfadenitis adalah peradangan pada salah satu atau lebih kelenjar getah bening, yang biasanya menjadi bengkak dan lunak.

B.     Klasifikasi
1.      Limfadenitis Nonspesifik Akut
Limfadenitis ini bentuknya terbatas pada sekelompok kelenjar getah bening yang mendrainase suatu fokus infeksi, atau mungkin generalisata apabila terrjadi infeksi bakteri atau virus sistemik. Secara histologis, tampak pusat germinativum besar yang memperlihatkan banyak gambaran mitotik. Apabila keadaan ini disebabkan oleh organisme piogenik, disekitar folikel dan di dalam sinus limfoid ditemukan infiltrat neutrofilik. Pada infeksi yang parah, pusat germinativum mengalami nekrosis sehingga terbentuk abses. Apabila infeksi terkendali, kelenjar getah bening akan kembali tampak normal atau terjadi pembentukan jaringan parut apabila dekstruktif.
2.      Limfadenitis Nonspesifik Kronik
Menimbulkan tiga pola, bergantung pada agen penyebabnya: hiperplasia folikel, hiperplasia limfoid parakorteks, atau histiositosis sinus. Hiperplasia folikel berkaitan dengan infeksi atau proses proses peradangan yang mengaktifkan sel B. Sel B dalam berbagai tahap diferensiasi berkumpul di dalam pusat germinativum besar yang bulat atau oblong (folikel sekunder). Hiperplasia limfoid parakorteks ditandai dengan perubahan reaktif di dalam regio sel T kelenjar getah bening. Sel T parafolikel mengalami proliferasi dan transformasi menjadi imunoblas yang mungkin menyebabkan lenyapnya folikel germinativum.

C.     Etiologi
Limfadenitis hampir selalu dihasilkan dari sebuah infeksi, yang kemungkinan disebabkan oleh bakteri, virus, protozoa, ricketsia, atau jamur. Ciri khasnya, infeksi tersebut menyebar menuju kelenjar getah bening dari infeksi kulit, telinga, hidung, atau mata atau dari beberapa infeksi seperti infectious mononucleosis, infeksi cytomegalovirus, infeksi streptococcal, tuberkulosis, atau sifilis. Infeksi tersebut bisa mempengaruhi kelenjar getah bening atau hanya pada salah satu daerah pada tubuh.

D.    Patofisiologi
Suatu cairan disebut getah bening bersirkulasi melalui pembuluh limfatik dan mmebawa limfosit (sel darah putih) mengelilingi tubuh. limfosit ini merupakan sel-sel dari system imun yang membantu tubuh melawan penyakit. Terdapat 2 tipe utama limfosit yaitu limfosit T dan limfosit B, karena cairan limfe tidak mengandung sel darah merah maka ia berwarna putih.
Pembuluh limfatik melalui kelenjar getah bening, kelenjar getah bening berisi sejumlah besar limfosit dan bertindak sebagai penyaring menangkap organisme yang menyebabkan infeksi seperti bakteri dan virus. Kelenjar getah bening cenderung bergerombol dalam suatu kelompok sebagai contoh tardapat sekelompok besar di ketiak, dileher dan lipat.pangkal paha.
Ketika suatu bagian tubuh terinfeksi atau bengkak, kelenjar getah bening terdekat sering membesar dan nyeri. hal berikut ini terjadi sebagai contoh jika seseorang dengan sakit leher mengalami “pembengkakan kelenjar” di leher. cairan limfatik dari tenggorokan mengalir ke dalam kelenjar getah bening di leher, dimana organisme penyebab infeksi dapat dihancurkan dan dicegah penyebarannya ke bagian tubuh lainnya.    
E.    Manifestasi Klinis
Kelenjar getah bening yang terinfeksi membesar dan biasanya lunak dan sangat menyakitkan. Kadangkala, kulit disepanjang kelenjar yang terinfeksi tampak merah dan terasa hangat. Orang tersebut bisa mengalami demam. Kadangkala, kantung atau nanah (abses) terbentuk. Kelenjar tubuh yang membesar yang tidak menyebabkan nyeri, atau kemerahan bisa mengindikasikan gangguan serius lainnya, seperti limfoma, tuberkulosis atau hodgkin limfoma.
F.     Pemeriksaan Diagnosis
Sistem limfatik dapat diperiksa dengan  sinar-X setelah penyuntikan media kontras langsung ke pembuluh limfa ditangan dan kaki. Teknik ini, limfangiografi merupakan cara mendeteksi keterlibatan nodus akibat metastase karsinoma, limfoma atau infeksi di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh petugas kesehatan, kecuali dengan pembedahan terbuka.
Prosedur ini akan melokalisir pembuluh limfa pada masing-masing kaki (atau tangan) ketika media kontras Evans blue disuntikan secara intradermal di antara jari pertama dan kedua. Kemudian satu segmen limfatik berwarna biru diidentifikasi, diisolasi, dikanulasi dengan jarum nomor 25-30 dan dilakukan infus lambat dengan bahan kontras yang mengandung yodium dan minyak. Dua puluh empat jam menjelang penyuntikan berakhir serangkaian foto sinar-X diambil, dan dilanjutkan secara berkala apabila perlu. Nodus limfa yang teridentifikasi dapat mempertahankan bahan kontras sampai 1 tahun setelah penyuntikan, dan setiap perubahan ukuran akibat radiasi atau kemoterapi dapat diukur dan digunakan sebagai kriteria untuk menentukan efek terapi.
Limfoskintigrafi merupakan alternatif limfangiografi yang terpercaya. Koloiid berlabel radioaktif disuntikkan secara subkutan pada rongga interdigital kedua. Ekstremitas kemudian digerak-gerakkan untuk memperlancar aliran media dalam sistem limfatik. Kemudian diambil pencitraan secara berseri dengan jangka waktu yang telah diatur. Tidak ada efek samping yang dilaporkan. 

G.     Penatalaksanaan
a.       Pengobatan
Pengobatan tergantung dari organisme penyebabnya. Untuk infeksi bakteri, biasanya diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) atau intravena (melalui pembuluh darah). Untuk membantu mengurangi rasa sakit, kelenjar getah bening yang terkena bisa dikompres hangat. Biasanya jika infeksi telah diobati, kelenjar akan mengecil secara perlahan dan rasa sakit akan hilang. Kadang-kadang kelenjar yang membesar tetap keras dan tidak lagi terasa lunak pada perabaan.

b.      Pencegahan
Menjaga kesehatan dan kebersihan badan bisa membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi.

I.     Konsep Keperawatan
A.    Pengkajian
Gejala pada Limfadenitis secara fisik dapat timbul benjolan yang kenyal, terasa nyeri, mudah digerakkan (pada leher, ketiak atau pangkal paha). Pembesaran kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan berat badan, demam, keringat malam. Hal ini dapat segera dicurigai sebagai Limfadenitis. Namun tidak semua benjolan yang terjadi di sistem limfatik merupakan Limfadenitis. Bisa saja benjolan tersebut hasil perlawanan kelenjar limfe dengan sejenis virus atau mungkin tuberculosis limfa.
Pada pengkajian data yang dapat ditemukan pada pasien limfadenitis antara lain :
1.    Data subjektif
a.       Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 38á´¼C
b.      Sering keringat malam.
c.       Cepat merasa lelah
d.      Badan Lemah
e.       Mengeluh nyeri pada benjolan
f.       Nafsu makan berkurang
2.    Data Obyektif
a.       Timbul benjolan yang kenyal,mudah digerakkan pada leher,ketiak atau      pangkal paha.
b.      Wajah pucat
3.    Kebutuhan dasar
a.       Aktivitas/istirahat
Gejala :
·         Kelelahan, kelemahan atau malaise umum.
·         Kehilangan produktifitasdan penurunan toleransi latihan
·         Kebutuhan tidaur dan istirahat lebih bantak
Tanda :
·         Penurunan kekuatan, bahu merosot, jalan lamban dan tanda lain yang menunjukkan kelelahan
b.      Sirkulasi
Gejala :
·         Palpitasi, angina/nyeri dada
Tanda :
·         Takikardia, disritmia.
·         Sianosis wajah dan leher (obstruksi drainase vena karena pembesaran nodus limfa adalah kejadian yang jarang)
·         Ikterus sklera dan ikterik umum sehubungan dengan kerusakan hati dan obtruksi duktus empedu dan pembesaran nodus limfa(mungkin tanda lanjut)
·         Pucat (anemia), diaforesis, keringat malam.
c.        Integritas ego
Gejala :
·         Faktor stress, misalnya sekolah, pekerjaan, keluarga
·         Takut/ansietas sehubungan dengan diagnosis dan kemungkinan takut mati
·         Takut sehubungan dengan tes diagnostik dan modalitas pengobatan (kemoterapi dan terapi radiasi)
·         Masalah finansial : biaya rumah sakit, pengobatan mahal, takut kehilangan pekerjaan sehubungan dengan kehilangan waktu kerja.
·         Status hubungan : takut dan ansietas sehubungan menjadi orang yang tergantung pada keluarga.
Tanda :
·         Berbagai perilaku, misalnya marah, menarik diri, pasif
d.      Eliminasi
Gejala :
·         Perubahan karakteristik urine dan atau feses.
·         Riwayat Obstruksi usus, contoh intususepsi, atau sindrom malabsorbsi (infiltrasi dari nodus limfa retroperitoneal)
Tanda :
·         Nyeri tekan pada kuadran kanan atas dan pembesaran pada palpasi (hepatomegali)
·         Nyeri tekan pada kudran kiri atas dan pembesaran pada palpasi (splenomegali)
·         Penurunan haluaran urine urine gelap/pekat, anuria (obstruksi uretal/ gagal ginjal).
·         Disfungsi usus dan kandung kemih (kompresi batang spinal terjadi lebih lanjut)
e.       Makanan/cairan
Gejala :
·         Anoreksia/kehilangna nafsu makan
·         Disfagia (tekanan pada easofagus)
·         Adanya penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan sama dengan 10% atau lebih dari berat badan dalam 6 bulan sebelumnya dengan tanpa upaya diet.

Tanda :
·         Pembengkakan pada wajah, leher, rahang atau tangan kanan (sekunder terhadap kompresi venakava superior oleh pembesaran nodus limfa)
·         Ekstremitas : edema ekstremitas bawah sehubungan dengan obtruksi vena kava inferior dari pembesaran nodus limfa intraabdominal (non-Hodgkin)
·         Asites (obstruksi vena kava inferior sehubungan dengan pembesaran nodus limfa intraabdominal)
f.       Neurosensori
Gejala :
·         Nyeri saraf (neuralgia) menunjukkan kompresi akar saraf oleh pembesaran nodus limfa pada brakial, lumbar, dan pada pleksus sakral
·         Kelemahan otot, parestesia.
Tanda :
·         Status mental : letargi, menarik diri, kurang minatumum terhadap sekitar.
·         Paraplegia (kompresi batang spinaldari tubuh vetrebal, keterlibatan diskus pada kompresiegenerasi, atau kompresi suplai darah terhadap batang spinal.

g.      Nyeri/kenyamanan
Gejala :
·         Nyeri tekan/nyeri pada nodus limfa yang terkena misalnya, pada sekitar mediastinum, nyeri dada, nyeri punggung (kompresi vertebra), nyeri tulang umum (keterlibatan tulang limfomatus).
·         Nyeri segera pada area yang terkena setelah minum alkohol.
Tanda
·         Fokus pada diri sendiri, perilaku berhati-hati.
h.       Pernapasan
Gejala :
·         Dispnea pada kerja atau istirahat; nyeri dada.
Tanda :
·         Dispnea, takikardia
·         Batuk kering non-produktif
·         Tanda distres pernapasan, contoh peningkatan frekwensi pernapasan dan kedaalaman penggunaan otot bantu, stridor, sianosis.
·         Parau/paralisis laringeal (tekanan dari pembesaran nodus pada saraf laringeal).
i.        Keamanan
Gejala :
·         Riwayat sering/adanya infeksi (abnormalitasimunitas seluler pwencetus untuk infeksi virus herpes sistemik, TB, toksoplasmosis atau infeksi bakterial)
·         Riwayat monokleus (resiko tinggi penyakit Hodgkin pada pasien yang titer tinggi virus Epstein-Barr).
·         Riwayat ulkus/perforasi perdarahan gaster.
Pola sabit adalah peningkatan suhu malam hari terakhir sampai beberapa minggu (demam pel Ebstein) diikuti oleh periode demam, keringat malam tanpa menggigil.
·         Kemerahan/pruritus umum
Tanda :
·         Demam menetap tak dapat dijelaskan dan lebih tinggi dari 38oC tanpa gejala infeksi.
·         Nodus limfe simetris, tak nyeri,membengkak/membesar (nodus servikal paling umum terkena, lebih pada sisi kiri daripada kanan, kemudian nodus aksila dan mediastinal)
·         Nodus dapat terasa kenyal dan keras, diskret dan dapat digerakkan.
·         Pembesaran tosil
·         Pruritus umum.
·         Sebagian area kehilangan pigmentasi melanin (vitiligo)
j.        Seksualitas
Gejala :
·         Masalah tentang fertilitas/ kehamilan (sementara penyakit tidak mempengaruhi, tetapi pengobatan mempengaruhi)
·         Penurunan libido.
k.      Penyuluhan/pembelajaran
Gejala :
·         Faktor resiko keluargaa (lebih tinggi insiden diantara keluarga pasien
·         Hodgkin dari pada populasi umum)
·         Pekerjaan terpajan pada herbisida (pekerja kayu/kimia)

B.     Diagnosa Teori
a.       Diagnosa keperawatan
1.      Nyeri b.d agen cedera biologi
2.      Hyperthermia b.d tidak efektifnya termoregulasi sekunder terhadap inflamasi
3.      Ketidakseimbangan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh b.d mual, muntah
4.      Kurang pengetahuan b.d kurang terpajan informasi
5.      Resiko tinggi bersihan jalan nafas tidak efektif b.d pembesaran nodus medinal / edema jalan nafas.
 



Senin, 03 Oktober 2011

SEBUAH CERITA LAMA DIKISAHKAN,,,



Semilir angin yang berhembus cukup membuat anak gembala itu males-malesan menjalani tugas sebagai penggembala kerbau.


Tidak tanggung-tanggung, kerbau yang digembalainya berjumlah 10 kerbau padahal usianya baru 12 tahun, yah.. sekitar kelas 1 SMP lah.


Sudah 3 jam berlalu

Semilir angin yang dengan lembut menerpa nih anak, membuat lama-kelamaan anak tersebut mengantuk, terbuai oleh kelembutan angin yang menyentuhnya. Akhirnya nih anak nggak tahan akan kantuknya, eh.. tertidurlah dia.
2 jam kemudian.




Anak itu terbangun,

ia lihat arloji kura-kura ninja yang menempel ditangan kanannya (yang berarti kalau ditangan kanan menunjukkan “KEREN”) pemberian majikannya.


“Waduh, astaghfirullah..pake acara tertidur lagi, mana dah jam segini lagi, jam segini teh aku dah seharusnya balikin kerbau-kerbau ini ke kandang.”



Si anak bersiap-siap untuk mengembalikan kerbau ke kandangnya. Ia hitung satu persatu kerbau-kerbaunya. “1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9… waduh kok 9 kerbau” gelisah nih ceritanya. Ia hitung lagi sampai beberapa kali “1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9..iya tetep 9 kerbau”



Dari arah yang berbeda, seorang kakek tua melintasi padang rumput tersebut.


Si anak menaruh curiga pada tuh kakek tua karena dari penampilannya yang sangat-sangat mencurigakan. Terlihat seperti pencuri.


Kemudian dengan sekonyong-konyongnya tuh anak ngomong:



“Eh.. Kek, kakek yang nyuri kerbau saya ya??” dengan nada yang sinis dan mata yang penuh telisik kepada kakek itu.


Kakek tua itu hanya tersenyum melihat anak itu. “mana mungkin aku mencuri kerbaumu anak muda, fisikku lemah begini mana kuat membawa kerbaumu yang berat gitu” jawab kakek itu dengan tenang,

“emang kerbau hilang berapa?”lanjutnya



“satu Kek!” masih dengan mata yang penuh selidik

“dan jumlah kerbaumu ada berapa?” Tanya kakek itu dengan sangat tenang

“10 Kek.!” Kali ini udah agak tenang nada bicaranya

“owh…” kakek itu pun menghitung dalam hati dan kemudian tersenyum geli kepada anak itu.

“hei anak muda, tahukah engkau dimana kerbau yang hilang itu?”

“mana ku tahu lah Kek! Kakek ini ada-ada saja, kalau aku tahu mana mungkin aku kehilangan!”

Kakek itu tersenyum lagi lalu dengan setengah tertawa ia berkata, “Hei .. anak muda, kerbau itu ada dibawah pantatmu!!”


Sontak saja tuh anak kaget, langsung melihat kebawah, memastikan apa benar kerbau yang hilang itu ada dibawah pantatnya.



TERNYATA OH TERNYATA saudara-saudara,


si kerbau “bandel” yang hilang itu memang berada di bawah pantatnya, yah.. kerbau yang hilang itu sedang ditunggangi oleh si anak tersebut.

Dengan wajah melas kemerah-merahan, tuh anak tersipu malu dan kemudian meminta maaf kepada kakek tersebut karena telah menuduh yang bukan-bukan.






DAN KITA DAPAT MENGAMBIL Inti dari cerita ini YAITU kita belajar beberapa hal:


1. Tidak boleh lalai dalam amanah, karena amanah adalah tanggung jawab. Ini pelajaran berharga bagi kita semua, terutama diri saya sendiri.


2. Teliti. Sikap teliti itu hati-hati dengan penuh perhitungan dan cermat dalam menentukan.

3. Tidak boleh asal menyalahi orang lain. Koreksi diri sendiri dulu, apakah aku yang menyebabkan kesalahan ini, jangan mencari-cari kambing hitam atas kesalahan atau kelalaian yang kita buat sendiri. Sungguh tak pantas menyalahkan orang lain diatas kesalahan sendiri.


4. Sikap sopan santun kepada yang tua. Dalam bersikap kepada orang tua harus memiliki akhlaq yang santun. Matinul khuluq. Jangan seperti anak gembala diatas yang seenaknya dalam bertutur sapa kepada yang lebih tua.


5. Sabar. Ini ditunjukkan oleh kakek tua itu, bagaimana ia bisa bersabar atas kelakuan orang lain kepada dirinya.


6. Meminta maaf dan memaafkan.





SEMOGA BERMANFAAT,,,,,,,,,,,